Langsung ke konten utama
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah mode asal Inggris, Burberry, baru saja membuat keputusan besar. Label mewah itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan bulu hewan asli dalam produk fesyennya. Mereka juga menyatakan bakal berhenti membakar barang-barang Burberry yang tak terjual.

Burberry sendiri merupakan salah satu produsen barang mewah yang banyak menggunakan bulu hewan asli pada baju, celana, tas, dan sepatu. Bulu hewan asli ini dianggap lebih menambah harga jual dan seni pada barang fesyen.

Penggunaan bulu hewan asli pada produk fesyen sendiri sudah lama ditentang oleh banyak aktivis lilngkungan. Kelompok aktivis lingkungan Human Society International menyambut baik keputusan Burberry.

"Pekan mode dimulai hari ini di New York, sikap baik Burberry datang saat waktu yang tepat," kata Direktur Media Internasional organisasi itu, Wendy Higgins melalui surat elektronik kepada CNN.

Tak cuma soal penggunaan bulu hewan, selama ini Burberry juga dikenal sebagai label yang kerap membakar barang-barang tak terjual. Produk fesyen itu sengaja dihancurkan karena label tak ingin menjualnya dengan harga murah.

Pada Juli lalu, terungkap Burberry menghancurkan pakaian dan parfurm senilai lebih dari US$36 juta atau hampir Rp500 juta pada tahun 2017. Direktur Eksekutif Burberry, Marco Gobbetti mengatakan, perusahannya berkomitmen untuk menemukan cara yang lebih baik dalam menanggulangi hal tersebut.

Sumber: Burberry Tak Lagi Pakai Bulu Hewan Asli

Komentar

Pandangan saya sebagai seorang jurnalis yang skeptikal, saya tidak yakin, apakah produk-produk fesyen yang lain akan mengikuti langkah yang diambil oleh pihak Burberry. Mungkin ada beberapa yang akan mengikuti langkah dari Burberry sendiri dengan mengganti bahan dari kulit asli dengan kulit sintetis

Pandangan saya sebagai seorang jurnalis yang curious, apakah pihak Burberry sudah menemukan cara yang lebih baik untuk menanggulangi barang dagangan yang tidak laku?. Mungkin pihak Burberry bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih murah dan dengan pengurarngan bahan-bahan yang tidak seperti saat pertama kali dijual.

Komentar