Harimau! Harimau!
Novel ini berisikan tentang 7 orang pemuda yang mencari damar di hutan. Dalam perjalanannya di hutan, mereka membawa bekal seadanya dan menumpang di huma milik seorang petua bernama Wak Hitam. Wak Hitam hidup menyendiri bersama istri mudanya, Siti Rubiah. Wak Hitam terkenal sebagai dukun yang hebat di desa tersebut dan banyak orang yang sering meminta jimat, mantra, dan guna-guna kepada Wak Hitam.
Dalam perjalanan ketujuh pemuda ini, diceritakan secara rinci tentang watak dan kepribadian tokoh. Mulai dari kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan, di antara mereka ada yang mengakui dosa-dosa mereka yang terdahulu. Dikarenakan, di tengah perjalanan mereka di terkam oleh harimau buas. Yang mereka sangka sebagai siluman utusan Tuhan untuk menghukum mereka atas dosa-dosa mereka. Padahal sebenarnya harimau itu hanya sedang lapar dan kebetulan rombongan mereka membawa seekor rusa. Awalnya, mereka enggan untuk mengakui dosa mereka karena hanya mengganggap itu harimau buas biasa. Tapi, karena satu demi satu dari mereka dibunuh. Maka, mereka yang dirundung ketakutan akhirnya perlahan mengakui dosa-dosa mereka. Disinilah terkuak sifat asli mereka. Mulai dari pencuri sampai pezina dan dosa-dosa besar lainnya.
Dari novel ini dapat diambil pelajaran bahwa kita jangan mudah percaya dengan apa yang kita lihat. karena, pada dasarnya itu hanya topeng yang menutupi aib dan dosa mereka. Dan di novel ini sangat ditonjolkan bahwa manusia itu sangat enggan mengakui dosa mereka di hadapan Tuhan mereka apalagi di depan orang lain. Dan manusia itu sangat takut pada kematian. Mereka melakukan segala cara agar dirinya sendiri tidak mati. Manusia pada dasarnya sangatlah egois.
Namun, novel ini mengandung unsur yang tabu dan ambigu. Contohnya seperti saat Rubiah mandi di sungai. sehingga novel ini hanya disarankan untuk orang dewasa saja. Dan juga, bahasa yang digunakan rumit dan sulit dipahami. Sehingga butuh waktu lama untuk membaca dan mengerti isi ceritanya. Tapi, secara keseluruhan novel ini sangat dianjurkan untuk dibaca. Karena memuat banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil untuk instropeksi diri. Karena sejatinya manusia adalah makhluk lemah dan hina. dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Baik hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, keluarga, orang lain juga lingkungan sekitar tempat kita tinggal.
Profile Penulis
Nama : Mochtar Lubis
Lahir : Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922 – meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun.
Kebangsaan : Indonesia
Pekerjaan : seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia.
Pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA), dan anggota World Futures Studies Federation.
Novelnya, Jalan Tak Ada Ujung (1952 diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh A.H. John menjadi A Road With No End, London, 1968), mendapat Hadiah Sastra BMKN 1952; cerpennya Musim Gugurmenggondol hadiah majalah Kisah tahun 1953; kumpulan cerpennya Perempuan (1956) mendapatkan Hadiah Sastra Nasional BMKN 1955-1956; novelnya, Harimau! Harimau! (1975), meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departeman P & K; dan novelnya Maut dan Cinta (1977) meraih Hadiah Sastra Yayasan Jaya Raya tahun 1979. Selain itu, Mochtar juga menerima Anugerah Sastra Chairil Anwar (1992).
Demikian review singkat tentang novel Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis dari kami, kurang lebihnya mohon dimaafkan. Terima kasih.


Komentar
Posting Komentar